Langsung ke konten utama

MUKI Prihatin Penyegelan Gereja Di Kota Jambi

Jambi, Djangkrikmoeda.blogspot.com_ Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) menyesalkan tindakan Penyegelan 3 Gereja GMI Kanaan, HKI dan GSJA yang terjadi di Jambi sebagai Kota Beradat dan Berbudaya karena itu DPW MUKI dan DPD MUKI Jambi serukan bangun kebersamaan dan toleransi umat beragama dan juga umat seagama maupun antar gereja supaya tercipta kerukunan umat dan terhindar dari konflik horizontal.  Setelah DPW MUKI dan DPD MUKI menyambangi Kantor Kesbangpol Kota Jambi, Lembaga Adat Melayu Kota Jambi, dan Objek 3 Gereja yang disegel oleh Pemerintah melalui Perda No. 47 tahun 2002 tentang Ketertiban Umum, Perda No. 11 tahun 2014 tentang Izin gangguan dan Perda No.3 tahun 2015 tentang izin Mendirikan Bangunan. Maka dengan ini MUKI mendorong setiap elemen pemerintah semestinya juga bisa memberikan solusi perihal penyegelan rumah ibadah tersebut supaya memperhatikan hak-hak umat di 3 gereja tersebut bisa melaksanakan Ibadah dan kebaktian sebagaimana biasanya. 

Mengutip pernyataan Ketua DPW MUKI Jambi, Umar Muda Pasaribu, SH disela-sela kunjungan bersama Sekretaris DPW Samuel Pardosi, S.Sos dan Ketua DPD MUKI Kota Jambi, Hotma Uli Pasaribu, SH ke lokasi Objek Gereja yang disegel oleh Pemerintah Kota Jambi. 

"Semestinya pemerintah Kota Jambi juga ketika melakukan penyegelan 3 gereja tersebut harus memberi solusi juga pada umat disitu menggunakan area terbuka atau halaman gereja untuk dijadikan ibadah menunggu proses izin yang dimaksud diperoleh untuk bisa dibuka kembali. Jika hanya melakukan penyegelan saja tanpa memberi solusi yang tepat, sama halnya hanya merugikan pihak gereja. Apalagi gereja ini berfungsi hanya untuk menyembah Tuhan bukan tempat seperti Karaoke, diskotik dan lainnya",kata Umar Muda. 

"Apapun persoalannya terhadap penyegelan 3 gereja tersebut semestinya tidak hanya berakhir pada penyegelan saja tetapi harus ada solusi bagi mereka bahwa hari minggu ini mereka ibadah dimana, kalau tidak pemerintah Kota Jambi fasilitasi Rumah Ibadah 3 gereja itu untuk sementara", disambut pernyataan Ketua DPD Jambi Hotma Uli (Jumat, 28/09/2018).

DPD MUKI Ingat bahawa penyegelan yang dilakukan terhadap 3 gereja tersebut harus melibatkan 3 gereja yang menjadi Korban sewaktu diadakannya Rapat dengan semua elemen pemerintah dan masyarakat yang di fasilitasi oleh Lembaga Adat Melayu. 

"Kita akan tetap berkordinasi dengan semua para pihak baik gereja, masyarakat disekitar gereja, pemerintah, Ketua RT, Kelurahan, Kecamatan, FKUB, Kesbangpol dan semua elemen masyarakat bila diperlukan guna mencari solusi untuk bersama, toh juga gereja itu dipakai untuk berdoa dengan Tuhan dan bernyanyi untuk Tuhan tentu tidak merugikan siapapun. Maka mari kita cari solusi terbaik untuk gereja itu. Kami dari MUKI juga punya kewajiban hadir disana dan permasalahan ini diselesaikan dengan bijak dan arif",seruan Sekretaris DPW MUKI Jambi, Samuel Pardosi, S.Sos.


Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) sebagai organisasi kemasyarakat dari orang-orang Kristen yang menyatakan sikap:  

Pertama , MUKI sangat prihatin dan menyayangkan bentuk intoleransi kerukunan umat beragama di Kota Jambi yang bermuara kepada Penyegelan 3 Gereja.  

Kedua , MUKI ikut serta dan mempunya kewajiban untuk turut berkoordinasi dan berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat dan pemerintahan terkait penyegelan gereja itu. 

Ketiga , MUKI menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi untuk melawan bentuk-bentuk  intoleransi yang merusak kebhinnekaan dengan bergandengan tangan dalam kebersamaan, berdoa dan mempercayakan kepada Tuhan seluruh peristiwa yang telah terjadi dan memohon senantiasa perlindungan-Nya. 

Keempat , MUKI mendorong sepenuhnya supaya pemerintah tidak hanya melakukan tindakan penyegelan tetapi juga harus memberi solusi supaya umat gereja tersebut bisa mrlakukan ibadah dan juga mendapatkan perlakuan yang sama dihadapan hukum. 

Kelima , MUKI menyerukan membangun dan menata ulang kebersamaan dan kerukunan orang yang beragama agar dapat tercipta keseimbangan, tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional yaitu masyarakat yang adil dan beradab.

Semoga.

Penulis: Sobo



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Politikus Parasit Dan Politikus Rayap Mewabah, Tulang Sam: Basmi dan Hanguskan.

Setelah era reformasi, kehidupan Bangsa Indonesia seakan berpusat pada partai politik yang ikut dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg), pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Presiden (Pilres). Tidak dapat dipungkiri bahwa partai politik seperti lampu yang menggoda laron-laron politikus untuk berkerumun. Bahkan tumbuh suburnya juga sistem multipartai yang hidup di Indonesia jelas terlihat bahwa dengan mudahnya menggerakkan mobilisasi sosial dan konsentrasi politik yang sangat dimungkinkan dengan menjadi anggota partai dan terjun berkontestasi dalam setiap pesta demokrasi dalam pemilihan umum. Kekuasaan dan prestise sepertinya tersedia apik dalam bungkusan partai politik dengan sangat mungkin diakselerasi berkat amandemen yang memberi kekuasaan begitu besar pada rakyat untuk memilih legislatif secara langsung semangat awal supaya kekuasaan eksekutif terkontrol dengan baik.  Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa politik yang hendak memperbaiki dan menghidupkan namun be...

Tulang Sam: Gusdurian Hadiahi Jokowi-Ma'ruf Amin Nilai-Nilai Kebangsaan.

Jambi, Djangkrikmoeda.blogspot.com _ Masih ingat dengan kunjungan beberapa Kandidat Capres dan Cawapres beberapa waktu silam kekediaman almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gusdur yang di jamu oleh istri Gusdur sendiri beserta Shinta Nuriyah Wahid dan anak perempuannya Yenny Wahid?? Bakal calon presiden, Prabowo Subianto mendapat cinderamata berupa dua buah buku, yaitu buku biografi Gus Dur dan buku tentang Islam dari istri almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid. Pemberian buku itu usai kunjungan Prabowo ke rumah Presiden RI ke-4 itu di di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018). "Satu adalah biografinya Gus Dur dalam bahasa Inggris Abdurrahman Wahid, A Moslem Democrat, Indonesia and President, A View from The Inside, kemudian satunya adalah menyoal agama-agama pra-Islam," kata Prabowo. Begitu juga dengan Bakal cawapres Sandiaga Uno menemui istri mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), S...

Sosialisasi Limit Tanpa Batas

~SOSIALISASI LIMIT TANPA BATAS~ Jambi, Djangkrikmoeda.blogspot.com _ "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” Sahabat yang tidak lekang oleh waktu... Izinkan saya mengenalkan diri sebagai Orang Muda yang ingin berjuang bersama sahabat, duduk bersama dan saling memberi saran, masukan bahkan sebuah kritikan sekalipun untuk tujuan yang membangun. Maka, sekalipun saya yang terakhir dalam perjuangan ini, saya meyakini akan menjadi terdahulu. Dan itu semua terjadi berkat usaha kita, doa dan dukungan yang luar biasa dari para sahabat... Melebihi dari segalanya... Ingat... Ingat... Nomor 12 Pelopor Perubahan. Oleh: Tulang Sam, 28092019